Rabu, 06 Oktober 2010

BAB 1 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DENGAN PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI SEGITIGA SISWA KELAS VII A SMP ISLAM 02 PUJON TAHUN PELAJARAN 2007/2008

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan proses yang sangat menentukan perkembangan individu dan perkembangan masyarakat suatu bangsa. Kemajuan masyarakat suatu bangsa dapat dilihat dari perkembangan pendidikannya. Dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003 (Citra Umbara, 2003:7) menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan pada akhirnya harus diajukan pada upaya mewujudkan sebuah masyarakat yang ditandai adanya keluhuran budi dalam individu, keadilan dalam negara, dan sebuah kehidupan yang lebih bahagia dari setiap individunya (Sagala, 2005:3).
Kemampuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang tentu sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya. Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka diasumsikan semakin tinggi pula pengetahuan, keterampilan, dan kemampuannya. Hal ini menggambarkan bahwa fungsi pendidikan dapat meningkatkan kesejahteraan, karena orang yang berpendidikan dapat terhindar dari kebodohan maupun kemiskinan. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa fungsi pendidikan adalah membimbing anak ke arah suatu tujuan yang dinilai tinggi. Pendidikan yang baik adalah usaha yang berhasil membawa semua anak didik kepada tujuan itu.
Niko (Jawa Pos, 3 Mei 2008:3) menyatakan, dari data yang diperoleh, Indonesia menduduki posisi ke 110 dari 179 negara dalam Human Development Index. Jawa Pos (2008:3) juga menuliskan bahwa Malaysia yang pada tahun 1970 dan 1980-an mengirimkan banyak pelajar ke Indonesia kini menempati posisi ke 61. Bahkan, Singapura jauh meninggalkan Indonesia dengan menduduki peringkat ke-25. Semua itu menunjukkan bahwa tingkat pendidikan negara ini masih jauh dari tujuan yang diharapkan serta sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju khususnya dalam bidang IPTEK, sehingga memerlukan pembaharuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selain pembenahan kurikulum yang terus dilakukan, salah satu usaha yang harus dioptimalkan adalah peningkatan profesionalisme guru sebagai subyek dari pendidikan.
Sagala (2005:149) mengemukakan bahwa guru dikatakan kompeten jika ia menguasai dan memiliki kecakapan profesional keguruan, ditandai dengan keahliannya selaras dengan tuntutan bidang ilmu yang menjadi tanggung jawabnya. Atas dasar kedudukan itu guru mempunyai wewenang dalam pelayanan belajar dan pelayanan sosial di masyarakat. Standar kinerja guru menurut Gaffar (dalam Sagala, 2005:149) ada tiga bidang, yakni: (1) content knowledge; (2) behavior skills; dan (3) human relation skills. Sementara itu Rochman dan Sanusi (dalam Sagala, 2005:149) menyebutkan tugas dan kinerja guru mencakup aspek: (1) kemampuan professional, yang meliputi penguasaan materi ajar dari hulu hingga hilir, dari filosofi, konsep dasar, landasan keilmuan, keguruan, dan proses pembelajaran; (2) kemampuan sosial, meliputi kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan menyesuaikan diri dengannya; dan (3) kemampuan individual, yang meliputi sikap, penampilan, pemahaman, dan penghayatan terhadap materi ajar, serta kesediaan menjadi teladan atau panutan bagi para siswanya.
Guru merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Guru selalu menginginkan bahwa tujuan pengajarannya berhasil. Maksudnya bahwa materi pelajaran yang disampaikan dapat diterima bahkan dipahami oleh siswanya. Oleh karena itu seorang guru harus mempunyai kemampuan mengajar yaitu kemampuan yang tidak hanya menyampaikan materi kepada siswanya saja, tetapi bagaimana agar siswa dapat tertarik, aktif dan semangat dalam memahami materi yang diajarkan dalam proses belajar mengajar.
Dalam konteks itulah guru perlu menentukan metode pembelajaran yang tepat agar mencapai hasil yang diharapkan. Metode pembelajaran yang tepat adalah metode yang sesuai dan dapat diterapkan pada siswa, sehingga siswa mampu menerima pelajaran dengan baik, khususnya dalam bidang matematika. Karena semua tahu bahwa matematika sering dikeluhkan sebagai bidang studi yang sulit dan membosankan, sehingga tak heran apabila nilai matematika siswa rendah dibanding nilai pelajaran lain dan penguasaan terhadap matematika juga kurang.
Seperti kasus pada SMP Islam 02 Pujon. Peneliti memperoleh informasi dari hasil observasi yang dilakukan dengan guru matematika SMP Islam 02 Pujon bahwa nilai matematika siswa kelas VII masih terbilang sangat memprihatinkan. Itu semua bisa dilihat dari hasil ulangan pada semester pertama yang rata-ratanya masih dibawah standar SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimum) sekolah, yaitu 65. Padahal, dalam kelas VII yang terbagi dalam dua kelas tersebut, yaitu kelas VII A dan kelas VII B, keduanya tidak ada perbedaan perlakuan dalam pemberian metode pembelajaran, yaitu masih sama-sama menggunakan metode konvensional. Namun, ada perbedaan yang sangat signifinikan antara keduanya, dimana kelas VII A cenderung terlihat lebih ramai dalam proses kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa kurang memperhatikan penjelasan dari guru. Akibatnya, pemahaman dari suatu materi yang telah disampaikan guru kurang dipahami oleh siswa.
Dari permasalahan tersebut, peneliti mencoba untuk memberikan suatu cara agar proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas bisa lebih efektif. Maksudnya peneliti memilih kelas VII A sebagai kelas yang akan diteliti dengan pemberian model pembelajaran yang tepat, dengan harapan siswa nantinya bisa memahami tentang materi yang telah diajarkan.
Salah satu metode pembelajaran yang tepat adalah metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio. Snowball throwing adalah suatu metode pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh (Kisworo, 2008:11), dan penilaian portofolio adalah suatu teknik penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu (Surapranata dan Hatta, 2004:21).
Metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio adalah suatu metode pembelajaran yang terdiri dari beberapa kelompok yang masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola lalu dilempar ke siswa lain untuk dijawabnya, kemudian diakhiri dengan menuliskan laporan dari pembelajaran tersebut, kemudian mengumpulkannya ke dalam suatu map yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi untuk memantau perkembangan pengetahuan, ketrampilan dan sikap siswa dalam suatu mata pelajaran.
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengambil judul “Penerapan Metode Pembelajaran Snowball Throwing Dengan Penilaian Portofolio Dalam Upaya Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Segitiga Siswa Kelas VII A SMP Islam 02 Pujon Tahun Pelajaran 2007/2008”.

1.2 Fokus Penelitian dan Masalah Penelitian
Berdasarkan konteks penelitian di atas, maka fokus penelitian yang dapat diambil adalah “Metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio yang dapat meningkatkan pemahaman materi segitiga siswa kelas VII A SMP Islam 02 Pujon tahun pelajaran 2007/2008”.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah penerapan metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio dapat meningkatkan pemahaman materi segitiga siswa kelas VII A SMP Islam 02 Pujon tahun pelajaran 2007/2008?

1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimanakah penerapan metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman materi segitiga siswa kelas VII A SMP Islam 02 Pujon tahun pelajaran 2007/2008.

1.4 Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Penerapan metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio dapat meningkatkan pemahaman materi segitiga siswa kelas VII A SMP Islam 02 Pujon tahun pelajaran 2007/2008”.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini antara lain:
1) Subyek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Islam 02 Pujon tahun pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 43 siswa.
2) Materi pelajaran yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah Bangun Datar Segitiga.
3) Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei sampai dengan 7 Juni 2008.

1.6 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:
1) Bagi guru bidang studi
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam merancang sistem pembelajaran dan juga sebagai alternatif dalam memilih metode pembelajaran yang akan dilakukan.


2) Bagi siswa
Dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis, kreatif, serta berani mengemukakan pendapat dalam suatu proses pembelajaran.
3) Bagi peneliti
Untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio yang diterapkan langsung pada ruang kelas.

1.7 Penegasan Istilah
Untuk menghindari adanya penafsiran yang berbeda terhadap beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu definisi operasional sebagai berikut:
1) Penerapan adalah kemampuan menggunakan hal-hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi-situasi baru dan nyata (Bloom dalam Sagala, 2005:33). Penerapan yang dimaksud adalah perbuatan menerapkan metode pembelajaran snowball throwing dengan penilaian portofolio dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman materi segitiga siswa kelas VII A SMP Islam 02 Pujon tahun pelajaran 2007/2008.
2) Snowball throwing adalah suatu metode pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh (Kisworo, 2008:11). Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan snowball throwing adalah pelemparan bola kertas yang berisi pertanyaan dari siswa satu ke siswa yang lain.
3) Penilaian portofolio adalah penilaian non tes berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu, digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu (Surapranata dan Hatta, 2004:21). Penilaian portofolio yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penilaian yang dilakukan dari pengumpulan dokumen mulai awal sampai akhir penelitian.
4) Pemahaman adalah kemampuan untuk menangkap makna dari bahan yang dipelajari (Bloom dalam Abidin, 2004:57). Indikator yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman tentang pokok bahasan segitiga pada siswa kelas VII SMP Islam 02 Pujon tahun pelajaran 2007/2008 adalah:
 Mampu menjelaskan pengertian, jenis-jenis dan sifat-sifat segitiga.
 Mampu menunjukkan bahwa jumlah sudut segitiga adalah dan menyelesaikan soal-soalnya.
 Mampu menggunakan hubungan sudut dalam dan sudut luar segitiga dalam pemecahan masalah.
 Mampu menghitung keliling dan luas segitiga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar